• Awal Mula Sepakbola di Indonesia
Di akhir tahun 1920, pertandingan voetbal atau sepak bola sering kali digelar untuk meramaikan pasar malam. Pertandingan dilaksanakan sore hari. Sebenarnya selain sepak bola, bangsa Eropa termasuk Belanda juga memperkenalkan olahraga lain, seperti kasti, bola tangan, renang, tenis, dan hoki. Hanya, semua jenis olahraga itu hanya terbatas untuk kalangan Eropa, Belanda, dan Indo. Alhasil sepak bola paling disukai karena tidak memerlukan tempat khusus dan pribumi boleh memainkannya.
Lapangan Singa (Lapangan Banteng) menjadi saksi di mana orang Belanda sering menggelar pertandingan panca lomba (vijfkam) dan tienkam (dasa lomba). Khusus untuk sepak bola, serdadu di tangsi-tangsi militer paling sering bertanding. Mereka kemudian membentuk
Kamis, 16 Desember 2010
Rabu, 15 Desember 2010
PEKANBARU JAMAN DULU
Ini adalah SMAN 1 Jaman Dahulu ...
Ini adalah Pasar Pusat yang sekarang sudah menjadi Pasar Sukaramai ...
Ini adalah Pasar Pusat yang sekarang sudah menjadi Pasar Sukaramai ...
SEJARAH PEKANBARU
Nama Pekanbaru dahulunya dikenal dengan nama "Senapelan" yang pada saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin. Daerah yang mulanya sebagai ladang, lambat laun menjadi perkampungan. Kemudian perkampungan Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki yang terletak di tepi muara sungai Siak.
Nama Payung Sekaki tidak begitu dikenal pada masanya melainkan Senapelan. Perkembangan Senapelan berhubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan
Sabtu, 11 Desember 2010
Rumah Robot Terbesar di Dunia Hadir di Indonesia
Indonesia punya Rumah Robot terbesar di dunia.
Letaknya di Mal Thamrin City, Jakarta.
Kehadiran Rumah Robot ini diresmikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, Sabtu, 11 Desember 2010. Suharna berharap kehadiran World Robotic Explorer bisa menjadi tempat inovasi, terutama untuk generasi muda.
Letaknya di Mal Thamrin City, Jakarta.
Kehadiran Rumah Robot ini diresmikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, Sabtu, 11 Desember 2010. Suharna berharap kehadiran World Robotic Explorer bisa menjadi tempat inovasi, terutama untuk generasi muda.
Ayo Pilih Pulau Komodo Jadi 7 Kejaiban Dunia
Akhir akhir ini Indonesia sepertinya sudah bangun dari tidurnya, prestasi-prestasi gemilang mulai diraih diperingkat Dunia. Mulai dari Olimpiade ilmiah sampai bidang Olahraga. Dan ini membuat kita menjadi semakin bangga menjadi orang Indonesia. Sekarang saatnya kita berpartisipasi dalam perjuangan Indonesia untuk menjadikan Pulau Komodo menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia. Sebelumnya Borobudur yang menjadi salah satu keajaiban dunia, sekarang Pulau Komodo yang mendapat giliran. Tentunya jika Pulau Komodo mejadi salah satu Keajaiban Dunia, kita bangsa Indonesia juga yang bangga.
Tanpa basa-basi lagi silahkan klik link dibawah ini untuk mengetahui cara memilih Pulau Komodo menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia :
http://www.new7wonders.com/en/the_whole_world_of_new7wonders/new7wonders_of_nature/how_to_vote_for_the_new7wonders_of_nature/
Tanpa basa-basi lagi silahkan klik link dibawah ini untuk mengetahui cara memilih Pulau Komodo menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia :
http://www.new7wonders.com/en/the_whole_world_of_new7wonders/new7wonders_of_nature/how_to_vote_for_the_new7wonders_of_nature/
Minggu, 05 Desember 2010
Perhitungan Zakat ...
Tulisan ini trinspirasi seorang Paman yang berada dikampung Sumatera Barat, beliau bekerja sebagai petani, sebagian besar masyarakat disana memang memiliki sawah dan bekerja sebagai petani. Tapi disetiap panen Paman selalu mengeluhkan zakat yang diminta oleh tetua setempat, yang besarnya 10% setiap panen, apabila hasil panen mencapai 100 sukek (sukek adalah hitungan padi ditempat itu yang kurang lebih jumlah 1 sukek sama dengan 7,5 kg).
Yang dikeluhkan sebenarnya bukan masalah zakatnya, tapi beliau selalu bertanya2 kenapa zakat uang lebih kecil dibandingkan dengan zakat padi. Ketika hal ini dibuka disebuah forum, para tetua tidak dapat menjelaskan, mereka hanya bisa mengatakan bahwa ini sudah adat yang turun temurun.
Diperkirakan jika mereka panen dengan hasil 100 sukek, hanya dihargai sebanyak 5.000.000,-, untuk sekali panen dibutuhkan waktu sekitar 4 bulan. Hasil yang mereka dapat terkadang didalamnya sudah terdapat modal, pupuk, upah pekerja sawah dan upah dealer yang menimbang padi. Jadi, rasanya kalau harus dipotong lagi dengan zakat 10 %, yaitu sebesar 500.000, mereka merasa sangat keberatan.
Untuk itu disini saya jabarkan dari berbagai sumber aturan harta yang harus di zakat, agar tidak menjadi beban dan tidak pula menjadi dosa bagi para muzakki yang akan membayarkan zakat karena tidak ihlas membayarkannya :
Langganan:
Postingan (Atom)








